<Bahasa> IndonesiaIndonesia JepangJepang

Situs informasi mengenai investasi real estate di Indonesia dan Jepang

HOME > Perbedaan Budaya Transaksi Sewa

Perbedaan Budaya Transaksi Sewa

Perbedaan utama budaya transaksi sewa antara Jepang dan Indonesia adalah pembatalan di tengah masa kontrak dan tatacara pembaruan kontrak.

Untuk kantor sewa umum tidak ada penangguhan hak yang membatalkan sewa menyewa yang ada ketentuan waktu yang ditetapkan pada hukum perdata di Jepang (hukum perdata pasal ke 618), prinsipnya tidak bisa dibatalkan di tengah masa kontrak. Bila terpaksa memutus perjanjian di tengah masa kontrak, akan timbul ganti kerugian. Besarnya uang ganti rugi berbeda-beda tergantung pemiliknya (contoh, 6 bulan biaya sewa atau total biaya untuk sisa masa kontrak, dan lain-lain).

Selain itu, tidak adanya undang-undang seperti persyaratan menolak pembaruan kontrak sewa menyewa bangunan yang ditetapkan di undang-undang sewa tanah dan rumah (pasal ke 28) di mana saat akan pembaruan kontrak bila pemilik menolak pembaruan tersebut maka penyewa harus pindah ke tempat lain. Dan lagi, bila pemilik ruangan sewa menjualnya ke pihak lain, maka bila pemilik baru juga tidak akan memperbarui kontrak sewa maka penyewa harus pindah ke tempat lain (akan ada pembaruan dokumen pendaftaran perusahaan, dokumen terkait kantor pajak, dan sebagainya serta biaya modifikasi kantor, dan lain-lain).

Untuk kantor berlayanan pun, bila memutuskan perjanjian di tengah kontrak maka akan ada ganti rugi tetapi mengenai penolakan pembaruan kontrak, sebagai bisnis akan disediakan kantor berlayanan yang lain, karena itu hampir tidak ada resiko tersebut. Namun, bila perusahaan pengelola melepas usahanya maka tidak bisa lagi dilanjutkan penggunaan sewa kantor tersebut.

Karena resiko seperti ini yang menyertai, maka sebelumnya pastikan soal pembaruan kontrak kepada pemilik, dan bila perlu, penting menegosiasikan penambahan syarat yang diperlukan pada isi kontrak sebagai pasal kontrak khusus.

Peta pendukung

Informasi terkait jual beli properti dan investasi

Formulir mail ada di sini
Kembali ke awal halaman