<Bahasa> IndonesiaIndonesia JepangJepang

Situs informasi mengenai investasi real estate di Indonesia dan Jepang

HOME > Perbedaan Budaya Jual Beli di Negara Jepang & Indonesia

Perbedaan Budaya Jual Beli di Negara Jepang & Indonesia

Perbedaan utama budaya jual beli properti Negara Jepang dan Indonesia adalah cara membeli properti, cara pembayaran uang pembelian properti, dan prosedur pendaftaran properti.

1.ara pembelian properti

Di Jepang berdasarkan “peraturan usaha industri real estate” (kementerian tanah, infrastruktur, dan lalu lintas) serta “peraturan pencegahan aneka hadiah dan tampilan yang tidak wajar” (badan urusan konsumen) dilarang beriklan (iklan pendahuluan) dan tidak boleh menjual sampai pemeriksaan bangunan dan izin pembangunan diterima. Sedangkan di Indonesia boleh menerima permohonan dari peminat yang ingin membeli sampai izin bangunan diterima.  Penjualan yang terjadi sebenarnya, mestinya setelah mendapatkan izin bangunan tapi properti yang lokasi bangunan dan kualitasnya baik harganya diperkirakan secara pasti akan naik sehingga sampai penjualan dimulai peminat sudah banyak yang mengajukan pembelian.

2.Cara pembayaran uang pembelian properti

Ketika akan membeli properti, kalau di Jepang uang pembelian akan dibayar sekaligus ke penjual dengan memakai uang modal sendiri atau pinjaman dari lembaga keuangan seperti bank dan lain-lain. Sedangkan di Indonesia, untuk properti yang sudah ada, uang pembeliannya dibayar sekaligus sama seperti di Jepang tapi untuk properti yang baru (rencana dibangun, sedang dibangun, dan sebagainya) pembayarannya bisa dicicil ke developer sehingga tidak perlu menyiapkan modal uang yang banyak di awalnya. Selain itu, di tengah pembayaran cicilan properti boleh juga dipindahtangankan ke pihak ketiga.

3.Prosedur pendaftaran properti

Prosedur pendaftaran properti, di Jepang prosedur pendaftaran ini dilakukan berdasarkan kesaksian notaris dan secara bersamaan uang pembelian dibayar, di hari pelunasan itu perpindahan hak kepemilikan diajukan ke biro hukum, dan sekitar kurang lebih 2 minggu pengurusan bukti hak kepemilikan selesai.
Selain itu, untuk bangunan yang dibagi-bagi seperti apartemen dan lainnya, maka setelah selesai dibangun oleh developer, pendaftaran pembagian diajukan ke pemerintah di mana akan memakan beberapa tahun sampai pendaftaran selesai. Selama itu, ada dokumen kontrak terkait dengan bukti hak kepemilikan sehingga memungkinkan dipindahtangankan atau disewakan ke pihak ketiga.

Peta pendukung

Informasi terkait jual beli properti dan investasi

Formulir mail ada di sini
Kembali ke awal halaman