<Bahasa> IndonesiaIndonesia JepangJepang

Situs informasi mengenai investasi real estate di Indonesia dan Jepang

HOME > Sekilas tentang Pasar Real Estate di Jepang

Sekilas tentang Pasar Real Estate di Jepang

Pasar real estate di Jepang terbagi menjadi 4 pasar yaitu gedung perkantoran, perumahan, fasilitas komersial, dan hotel.

1. Pasar Gedung Perkantoran

Di Jepang, gedung perkantoran disediakan dengan jumlah besar, tidak hanya di kawasan metropolitan, tetapi juga di kota-kota regional yang besar, yang berpusat di daerah lingkungan komersial.
Meski secara garis besar, tingkat hunian pada daerah metropolitan seperti pusat dari 23 wilayah Tokyo dan pusat kota Osaka mempertahankan keadaan yang baik, dipengaruhi oleh hal-hal seperti kemajuan teknologi informatika, banyak perusahaan lebih cenderung melakukan penekanan biaya tetap seperti biaya sewa kantor, sehingga tidak dapat disangkal jika terdapat suplai yang berlebihan dari segi penawaran dan permintaan. 
Sedangkan di kota-kota regional kecenderungan tersebut lebih kuat, sehingga semakin banyak properti yang kesulitan mendapatkan ruko.

2. Pasar Perumahan

Pada pasar perumahan, apartemen sewaan yang terbuat dari baja beton bertulang (SRC), beton bertulang (RC), dan buatan kerangka baja, menjadi properti yang likuiditasnya tinggi.
Properti-properti ini sudah banyak disediakan di bagian kota besar dalam negeri Jepang. Namun, kini properti yang memiliki kriteria lokasi dan tingkat kenyamanan yang tinggi semakin cenderung diutamakan.
Selain itu, harga properti diperkirakan cenderung mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan turunnya harga sewa properti yang tingkat kenyamanannya tinggi tersebut memiliki resiko yang sangat rendah, dan juga dikarenakan properti-properti tersebut diharapkan akan menghasilkan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan.

3. Pasar Fasilitas Komersial

Pasar fasilitas komersial secara luas terbagi menjadi fasilitas stasiun suburban dan fasilitas suburban. Fasilitas pada stasiun suburban merupakan tempat yang memiliki permintaan yang cukup tinggi terhadap ruko seperti bisnis jual-beli barang dan bisnis restoran, sehingga secara garis besar, pemanfaatan kapasitas bagus dan stabil. Di sisi lain, akibat banyaknya suplai kepada pasar, persaingan fasilitas suburban meningkat, sehingga banyak fasilitas-fasilitas yang mulai tutup, dan harga sewa cenderung menurun.

4. Pasar Hotel

Dipengaruhi oleh pedoman dari pemerintah Jepang dan nilai mata uang Yen yang melemah, jumlah wisatawan asing semakin meningkat, sehingga pada daerah seperti 23 wilayah Tokyo, kota Osaka, dan kota Kyoto, kekurangan hotel telah menjadi masalah yang serius. Oleh karena itu, rencana pembangunan hotel sedang meningkat, namun diperkirakan masalah kekurangan hotel tersebut masih belum bisa terselesaikan untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan jumlah wisatawan asing yang akan semakin meningkat lebih dari jumlah saat ini. Pada saat yang sama, dengan adanya persaingan perusahaan pengelola hotel yang juga semakin meningkat, harga sewa juga cenderung meningkat. Dengan demikian, hotel-hotel yang letaknya berada di tempat-tempat yang diperkirakan akan banyak dikunjungi oleh wisatawan asing, diyakini akan menjadi properti investasi yang terbaik.

Peta pendukung

Informasi terkait jual beli properti dan investasi

Formulir mail ada di sini
Kembali ke awal halaman