<Bahasa> IndonesiaIndonesia JepangJepang

Situs informasi mengenai investasi real estate di Indonesia dan Jepang

HOME > Hal-hal Penting Dalam Memilih Hunian

Hal-hal Penting Dalam Memilih Hunian

Hal-hal penting dalam memilih hunian ada 3 yaitu memastikan lingkungan sekitar, memeriksa hunian, memastikan penanganan pemilik setelah hunian ditempati dan terhadap pihak perantara. Terutama penanganan pemilik setelah hunian ditempati dan terhadap pihak perantara merupakan hal yang sangat penting guna menjalani kehidupan yang aman dan nyaman.

1. Memastikan lingkungan sekitar

Ketika memilih daerah yang disesuaikan dengan gaya hidup (mengutamakan perjalanan ke tempat kerja, atau mengutamakan perjalanan anak-anak ke sekolah?) lingkungan sekitar hunian sama seperti memilih hunian di Jepang maka di Jakarta pun menjadi perkara penting dalam memilih hunian.

Jakarta sangat macet disebabkan pengadaan infrastruktur lalu lintas yang masih kurang memadai. Selain itu, penanganan sistem pengairan sungai pun belum cukup, terutama saat musim hujan banjir terjadi di mana-mana. Mengetahui keadaan semacam ini, memastikan kondisi pembenahan infrastruktur lalu lintas ke kantor atau sekolah (terutama ada tidak bis jemputan ke sekolah Orang Jepang) dan daerah rawan banjir, memastikan baik atau tidaknya akses ke fasilitas penunjang kemudahan hidup seperti rumah sakit, shopping center, dan lain-lain merupakan perkara penting.  

Agar tidak terjadi penyesalan yang berawal dari kehidupan, perlu sebelumnya dipastikan daerah yang akan dipilih di lokasi yang dimaksud (contoh, ada yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya bila masuk waktu di atas siang dan sore hari). 

2. Memeriksa hunian

Memeriksa kondisi pengelolaan ruangan dalam hunian dan bagian untuk umum dari bangunan yang akan dipilih adalah perkara yang penting. Bukan cuma memilih masa tahun bangunan dan tampilan luar, desain, atau lainnya tapi juga menjadi perkara penting untuk memeriksa kelengkapan fasilitas furnitur, perangkat elektronik dan bagian sirkulasi air, serta sistem kelistrikan.

Untuk apartemen baru, perkirakan sedikit banyak akan munculnya masalah disebabkan kondisi pengelolaan fasilitas bangunan yang tidak dirawat dengan sempurna. Kalau di Jepang, ada pemeriksaan ketat seluruh bangunan dan setiap fasilitas sampai waktu penyerahan. Sedangkan apartemen di Jakarta, setelah serah terima pun ada yang masih melakukan perbaikan, pengerjaan konstruksi, dan lainnya. Selain itu, pemilik setiap ruang apartemen ada banyak yang melakukan pengerjaan interior agar bisa disewakan sehingga untuk beberapa lama kebisingan pekerjaan tersebut dan keluar masuknya para pekerja masih berlanjut.  Dan lagi, untuk gedung yang sudah cukup lama (15 tahun atau lebih) akibat dinding luar gedung dan bagian untuk umum mengalami penuaan ada kemungkinan muncul kebocoran dari dinding luar dan pipa saluran pembuangan air, sehingga selain pengerjaan renovasi mustahil untuk dihindari.

Karena adanya hal-hal tersebut, disarankan untuk memilih hunian yang bangunannya berusia mulai dari 2, 3 tahunan sampai kurang lebih 10 tahunan. Hal-hal yang harus dipastikan dalam pemeriksaan pendahuluan atas hunian (untuk apartemen) yang diinginkan adalah seperti berikut ini.

2-1. Memeriksa interior dan tempat penyimpanan

Penataan ruang berbeda-beda sesuai jenis huniannya sedangkan pengerjaan dindingnya hanya ada 2 tipe yaitu dicat atau memakai wallpaper. Untuk tampilan, wallpaper terlihat indah (tergantung juga dengan warna dan desain wallpaper yang digunakan), namun akan terkelupas akibat kelembaban dan kebocoran air, atau kotor dan rusak akibat asap rokok sehingga wallpaper perlu diganti.

Untuk dinding yang dicat, bila kotor maka dibersihkan dengan lap basah, selain itu seandainya ada kerusakan tinggal dicat saja sehingga untuk perawatannya hemat waktu. Untuk tempat simpanan di tiap kamar disediakan lemari namun bukanlah tempat simpan yang banyak fungsi seperti yang tersedia di kondominium di Jepang di mana bila jumlah anggota keluarga banyak cenderung akan kekurangan ruang tempat simpan. Tambah lagi, bila mempunyai anak kecil maka akan mendapat kesulitan untuk tempat mainan anak-anak. Biarpun lebih luas dibanding apartemen Jepang bila ruang tempat simpan kurang jadi harus memikirkan cara untuk menyimpan secara terpisah. Sehingga menjadi penting untuk memastikan ada tidak ruang tempat simpan sesuai dengan jumlah barang-barang yang dimiliki keluarga.

Banyaknya gedung bertingkat tinggi sehingga sedikit hunian yang memiliki beranda, maka untuk menjemur cucian pun harus dipikirkan. Biasanya, menggunakan mesin pengering atau bila ada ruang pelayanan (service room/maid room) maka manfaatkan tempat tersebut. Perlu untuk memastikan ada tidak gantungan baju di tempat mesin pengering dan ruang pelayanan. Bila tidak ada mesin pengering dan gantungan baju maka minta ke pemilik atau sediakan sendiri.

2-2. Memastikan kebocoran hujan

Terjadinya kebocoran akibat hujan, merupakan hal yang hampir mustahil di kondominium Jepang namun untuk apartemen di Jakarta, konstruksi dinding luarnya terbuat dari beton panel konkrit. Di saat musim hujan jumlah air hujan pun banyak, dan lagi akibat pukulan menyamping air hujan, ada air hujan yang menyelusup masuk ke bagian sambungan dinding luar. Secara komparatif kebocoran hujan mudah terjadi pada bagian gedung tingkat tinggi. Pastikan sekeliling jendela dan langit-langit, dinding, dan kondisi wallpaper, di mana bila ada noda bekas air maka itu kemungkinan bekas terjadinya bocor air hujan.  Banyak kasus sulitnya untuk menentukan lokasi masuknya air hujan dari luar, dan lagi karena hunian bersama, untuk perbaikan harus mengajukan ke kantor pengelola di mana perbaikannya akan memakan waktu lama, sehingga pemeriksaan benar-benar perlu dilakukan.

2-3. Memeriksa dapur dan kamar mandi

Pemeriksaan dapur yang diperlukan yaitu jenis kompor dan saluran air buangan. Jenis kompor ada yang dari listrik dan dari gas, yang manapun tersedia dalam bentuk kesatuan.
Kompor listrik, umumnya berjenis enclosed heater (selang gas Nichrome tertanam di plat bundar yang terbuat dari besi cetak) dan smooth top heater (selang gas Nichrome terpasang di bawah plat keramik datar) sedangkan IH cooking heater masih belum umum dipakai.
Enclosed heater dan smooth top heater hampir semuanya bisa dipakai pada peralatan memasak sedangkan HI cooking heater perlu dipastikan karena membutuhkan peralatan memasak khusus (pada umumnya produk awal IH bisa memakai panci dari besi dan stainless. Sedangkan untuk produk IH terakhir yang “bisa untuk seluruh metal” belum ada).

Enclosed heater Gas stove (kompor gas)

Kompor gas semuanya menggunakan gas elpiji karena di Jakarta tidak ada pasokan gas dalam kota. Tabung gas ditempatkan di lemari yang ada di bawah kompor gas.  Ketika gas di dalam tabung habis, harus diganti sendiri. Untuk kondisi di apartemen, bisa menghubungi resepsionis untuk minta dikirimkan.

Kompor gas ini berbahaya bila ada kebocoran gas, karena itu perlu meminta kepada pemilik untuk melakukan pemeriksaan selang/pipa gas dan pemasangan alat peringatan kebocoran gas bila belum terpasang.

Perlu dibicarakan kepada pemilik untuk meminta penggantian bila kompor listrik/gas dalam kondisi kotor yang parah atau modelnya sudah lama.

Memeriksa saluran air buangan dengan membuka lemari/rak di bawah tempat cuci piring lalu periksa apakah ada air yang bocor apa tidak. Di saat tersebut, periksa kondisi mengalirnya air dan juga ada tidaknya bau dari lubang pembuangan air. Bila mengalirnya air buruk, dan adanya bau dari lubang pembuangan, berarti ada pipa pembuangan air yang kotor dan tersumbat.

Tempat cuci piring Wastafel Shower room Kamar mandi

Periksa kamar mandi dengan memeriksa ada tidak air bocor dari wastafel, toilet, shower head dan selang sambil mengalirkan air. Saat itu periksa kondisi mengalirnya air dan juga ada tidaknya bau dari lubang pembuangan air.  Bila mengalirnya air buruk, dan adanya bau dari lubang pembuangan, berarti ada pipa pembuangan air yang kotor dan tersumbat. Selain itu, periksa juga apakah penyumbat (stopper) dari wastafel dan bathtub untuk menampung air rusak atau tidak.

Shower room juga perlu diperiksa yaitu pada pembatas partisi kaca apakah ada air bocor di bagian sambungan lantai dengan kaca.

Fasilitas pemasok air panas hampir semua memakai pemanas air listrik. Hampir semua orang mandi dengan shower, jarang yang memakai air hangat yang ditampung pada bathtub. Karena itu, kapasitas pemanas air listriknya tidak begitu besar, dan terkadang shower dan bathtub tidak bisa dipakai bersamaan. Jadi perlu memeriksa kapasitas pemanas air listrik. 1 galon sekitar 4 liter. Sebagai perhitungan di Jepang, untuk 1 - 2 orang butuh 200 liter, 2 – 3 orang butuh 300 liter, dan 3 – 4 orang butuh 370 liter. (rujukan)

2-4. Memeriksa pendingin AC

Dalam kehidupan di Jakarta, hampir semua menggunakan pendingin AC sepanjang hari sehingga sangat perlu memeriksa kondisi fungsi dan kerja alat tersebut. Bila saluran pembuang (drain) AC tersumbat akan terjadi kebocoran air. Untuk memeriksa kondisi dingin dan kebocoran air yaitu dengan menyalakan AC tersebut .

Selain itu, karena pendingin AC merupakan fasilitas yang selalu dipakai, dan karena kalau modelnya terlalu tua akan banyak memboroskan listrik, maka perlu membicarakannya ke pemilik untuk minta diganti.

2-5. Memeriksa furnitur dan perangkat elektronik

Periksa kondisi furnitur dan peralatan elektronik yang disediakan. Bila semuanya barang baru, tidak begitu bermasalah, tapi bila barang sudah tua, maka periksa kondisinya (lokasi cacat dan kerusakannya). Untuk barang yang rusak dan tidak bisa dipakai atau perangkat elektronik yang sudah tua dan kotor, minta untuk diganti atau disingkirkan, dan perangkat elektronik yang tidak ada buku panduannya perlu dipastikan apa mungkin atau tidak untuk pengadaannya.

Selain itu, bila furnitur atau lainnya yang tidak sesuai dengan jumlah penghuni, contoh perangkat makan. Jumlah kursi makan lebih banyak dari jumlah penghuni, atau bila kurang perlu minta pengadaan kursinya kepada pemilik. Bila perlu penambahan furnitur atau peralatan elektronik maka bicarakan dengan pemilik.

2-6. Memeriksa kondisi pengelolaan bagian untuk umum

Periksa bagian untuk umum (pintu masuk, koridor, lift, kolam renang, fitness center, tempat bermain anak-anak, dan lain-lain).  Dengan memeriksa kondisi kebersihan dapat memastikan kondisi pengelolaan yang dilakukan kantor pengelola apartemen. Baik atau tidaknya kantor pengelola bekerja dapat dipertimbangkan dari ketelatenan kebersihannya. Selain itu, di segi keamanan, pastikan penempatan petugas keamanan di pintu masuk dan tempat parkir serta cara pemeriksaan tamu yang berkunjung. Lebih baik hindari apartemen yang pengunjungnya dapat dengan mudah keluar masuk.

3. Memastikan penanganan pemilik setelah hunian ditempati dan terhadap pihak perantara

Penanganan pemilik setelah hunian ditempati dan terhadap pihak perantara, di samping akan menjamin keamanan dan kenyamanan hidup, menjadi perkara yang sangat penting. Betapapun bangunan bagus dengan desain baru bila pengelolaan gedung, penanganan saat darurat, dan penanganan saat fasilitas mengalami kerusakan tidak bagus maka tidak akan memberikan kehidupan yang nyaman.
Pemilihan pihak perantara properti masing-masing berbeda. Ada dari perusahaan yang ditunjuk oleh kantor, dikenalkan oleh kenalan, atau dari majalah informasi Jakarta, dan sebagainya tapi biasanya banyak yang memilih perantara yang mampu melayani dengan Bahasa Jepang.

Di negara Republik Indonesia, dari pemerintah diwajibkan memiliki izin usaha bagi perantara properti (SIUP4) untuk melakukan bisnis properti. Bila memakai jasa perantara yang tidak berizin, seandainya perantara tersebut mendapat sangsi dihentikan usahanya, maka perantara tersebut tidak bisa melayani setelah hunian ditempati atau melakukan proses pembaruan kontrak. Di kehidupan sehari-hari bila terjadi kerusakan fasilitas, pihak penghuni secara langsung berkomunikasi dengan pemilik atau perantara memakai Bahasa Indonesia atau Inggris di mana untuk negosiasi secara individu berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan.

Oleh sebab itu, di saat memilih perantara properti menjadi penting untuk memastikan punya atau tidak izin usaha properti kepada pihak perantara.

Selain itu, untuk penanganan setelah hunian ditempati, masing-masing mendapat perlakuan berbeda, contoh, ketika mengajukan perbaikan akibat kerusakan fasilitas di ruang apartemen di mana saat didatangi tukang servis, di kala itu ada yang disaksikan oleh perantara, tapi ada yang sama sekali tidak disaksikan perantara, jadi hanya didatangkan tukang servis saja. Bila pihak penghuni dapat lancar berbahasa Indonesia bukanlah masalah, tapi bila tidak bisa maka akan sangat kesulitan berkomunikasi dengan tukang servisnya.

Jadi ketika memilih perantara properti, perlu memastikan apa isi layanan untuk penanganan setelah hunian ditempati.

Berikutnya, mengenai pelayanan pemilik, di mana hampir semua pemilik karena mereka memiliki hunian dengan tujuan investasi jadi kesadaran menyewakan apartemen dengan kondisi baik masih rendah, dan karena tujuannya jual beli dalam waktu singkat, mereka cenderung sangat menekan pengeluaran untuk perawatan seperti biaya perbaikan, dan sebagainya.

Sebab itu, terkadang ada pemilik untuk memilih tukang perbaikan yang biar sedikitpun lebih murah menghabiskan waktu sampai penanganan perbaikannya terlambat, dan apa yang diperbaikinya pun asal saja. Selain itu, terkadang ada pemilik yang tidak tinggal di Indonesia tapi di luar negeri dan tidak bisa dihubungi, sehingga terkadang perbaikan menjadi terlambat. Dengan demikian perlu juga sebelumnya memastikan penanganan setelah penyewa menempati hunian.

Dari hal-hal tersebut di atas, ketika memilih hunian, maka memastikan lingkungan sekitar, memeriksa hunian, memastikan penanganan pemilik setelah hunian ditempati dan terhadap pihak perantara menjadi perkara yang penting. Dari perkara tersebut, terutama agar hidup aman dan nyaman, pelayanan dari pemilik, perantara, dan kantor pengelola menjadi hal yang penting. Mari kita pastikan apakah pemilik dan perantara bisa dipercaya atau tidak, dan apakah kantor pengelola sudah memiliki sistem penanganan cepat saat terjadi keadaan darurat.

Di samping itu, staf kantor pengelola dan perantara lokal ada yang tidak mengerti Bahasa Jepang, dan tidak juga Bahasa Inggris, terutama bagi penghuni yang bersama keluarga, maka penting untuk memastikan apakah komunikasi bisa berjalan lancar atau tidak dengan staf kantor pengelola dan perantara.

Peta pendukung

Informasi terkait jual beli properti dan investasi

Formulir mail ada di sini
Kembali ke awal halaman